KEUTAMAAN SHALAWAT NABI

╰☆╮ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم ╰★╮

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam, sholawat dan salam untuk Nabi dan Rasul yang paling mulia, Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. 
Sesungguhnya Allah dengan segala kekuasaan-Nya telah mengutus Nabi-Nya Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan risalah.
IA telah menjadikannya Rahmat bagi seluruh Alam dan pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang dapat memberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Maka seorang hamba harus taat kepadanya, menghormati dan melaksanakan hak-haknya.
Dan di antara hak-haknya adalah Allah mengkhususkan baginya sholawat dan memerintahkan kita untuk itu, di dalam kitab-Nya yang Agung (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya yang mulia (Al-Hadits).

Di mana orang yang yang bersholawat untuknya akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
Maka sungguh berbahagia-lah orang yang mendapatkan itu.
Dan karena masalah ini memiliki urgensi yang sangat besar dan pahala yang besar pula, maka kami merasa perlu untuk mengeluarkan tulisan-tulisan sederhana ini, yang di dalamnya terdapat motivasi untuk memperbanyak sholawat dan salam untuk Nabi dan Rasul yang paling mulia ini.

Yaa Allah..! Curahkan-lah Sholawat dan Salam atas Nabi dan Kekasih-Mu Muhammad selama siang dan malam yang silih berganti..

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkan-lah salam penghormatan kepada-nya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Imam Al-Bukhari meriwayatkan, Abu ‘Aliyah berkata:
“Shalawat Allah adalah berupa pujian-Nya untuk nabi di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat adalah do’a (untuk beliau).”

Ibnu Abbas berkata:
“Bershalawat artinya mendo’akan supaya diberkati.”

Maksud dari ayat di atas, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya yaitu:
“Sesungguhnya Allah Subhannahu Wa Ta’ala menggambarkan kepada segenap hamba-Nya tentang kedudukan seorang hamba-Nya, Nabi dan kekasih-Nya di sisi-Nya di alam arwah, bahwa sesungguhnya DIA memujinya di hadapan para malaikat. Dan sesungguhnya para malaikat bershalawat untuknya. Kemudian Allah memerintahkan kepada penghuni alam dunia agar bershalawat untuknya, sehingga berkumpul-lah pujian baginya dari segenap penghuni alam semesta.”

①. Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kita agar mendo’akan dan bershalawat untuk Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam.
Bukan sebaliknya, memohon kepada beliau, sebagai sesembahan selain Allah.

②. Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(Lihat kitab: “Mahabbatur Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” hal. 77),

Karena para ulama mengatakan:
“Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya”
(Lihat kitab “Minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan “Raudhatul muhibbiin” (hal. 264).

③. Bacaan shalawat untuk Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam yang paling utama adalah apa yang beliau ajarkan kepada para sahabat, ketika beliau bersabda:

“Katakan-lah: Yaa Allah limpahkanlah Rahmat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan Rahmat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Yaa Allah, limpahkan-lah Berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai-mana Engkau telah melimpahkan Berkah untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
(HR Al-Bukhari dan imam Muslim)

④. Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan Rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya.
(Lihat kitab “Zaadul masiir” (6/398).

Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya:

{هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untuk-mu), supaya DIA mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah DIA Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”
(QS al-Ahzaab :43).

⑤. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

“Jika kalian mendengar muadzin maka ucapkan-lah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian bershalawat-lah untuk-ku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat untuk-ku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mohonkan-lah kepada Allah wasilah untuk-ku. Sesungguhnya ia adalah suatu tempat (derajat) di Syurga. Ia tidak pantas kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah. Aku berharap bahwa hamba itu adalah aku. Barangsiapa memintakan wasilah untuk-ku, maka ia berhak menerima syafa’at-ku.”
(HR. Imam Muslim)

Do’a yang diajarkan Rasulullah dibaca dengan suara pelan.
Ia dibaca seusai adzan dan setelah membacakan shalawat untuk Nabi.
Do’a yang diajarkan beliau yaitu:

”Yaa Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini. Dan shalat yang akan didirikan. Berikan-lah untuk Muhammad wasilah (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkan-lah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.“
(HR. Al-Bukhari)

⑥. Membaca shalawat atas Nabi ketika berdo’a, sangat dianjukan.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berpetualang di bumi, mereka menyampaikan kepada-ku salam dari umat-ku.”
(HR. Ahmad, hadits shahih)

Bershalawat untuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam sangat dianjurkan, terutama pada hari Jum’at.
Dan ia termasuk Amalan yang utama untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Bertawassul dengan shalawat ketika berdo’a adalah dianjurkan.
Sebab ia termasuk Amal shalih.

Yaa Allahu yaa Rabbi..
Limpahkan salam serta Rahmat bagi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga , Nabi Ibrahim beserta keluarga, para Sahabat Nabi serta seluruh kaum muslimin dimana-pun berada.

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad , wa’ala ali Muhammad …”

Iklan

3 comments on “KEUTAMAAN SHALAWAT NABI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s